Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Penawaran

Penawaran


Hai guys,….ketemu lagi di ekonomikelasx.blogspot.com. Kali ini ekonomi kelas x akan membahas mengenai konsep penawaran. Pernahkah kalian memperhatikan ketika penjual dan pembeli di pasar sedang bertransaksi? Sebelum terjadi kesepakatan harga, antara penjual dan pembeli biasannya melakukan tawar menawar.
Lantas apa itu penawaran ?
Penawaran merupakan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu pada suatu periode. Dalam hal ini terdapat dua macam penawaran, yaitu :
  1. Penawaran perseorangan (individu), adalah penawaran yang dating dari seorang produsen (penjual) terhadap barang yang akan dijualnya kepada konsumen.
  2. Penawaran kolektif (bersama), adalah penawaran yang berasal dari beberapa penjual  (produsen) yang akan menjual barang kebutuhan untuk konsumen.

 Faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran ?
Adapun hal-hal yang memengaruhi penawaran adalah sebagai berikut :
  • Harga Jika harga sayuran di pasar tinggi, petani akan meningkatkan jumlah produksinya sehingga kuantitas yang ditawarkan akan naik.
  • Biaya input (faktor produksi) Untuk menghasilkan kedelai yang baik, dibutuhkan faktor produksi berupa tanah, benih, pupuk, dan tenaga kerja. Jika salah satu atau seluruh faktor produksi tersebut mengalami kenaikan, petani akan mengurangi produksi dan menawarkan hasil produksi (kedelai) lebih sedikit. Atau mungkin produksi kedelainya dihentikan dan digantikan dengan produksi lain yang mungkin lebih menguntungkan petani.
  • Tingkat teknologi Seorang pengrajin sepatu sebelum adanya mesin dapat menghasilkan sepatu 250 pasang seminggu, tetapi ketika menemukan mesin yang dapat memproduksi sepatu 1.000 pasang dalam seminggu, jumlah penawaran pun bertambah.
  • Keuntungan/laba (keuntungan yang diharapkan) Jika harga kedelai diperkirakan akan turun pada akhir tahun ini, petani akan mengurangi produksi kedelainya dan menggantikannya dengan produksi yang lain.
  • Adanya tingkat persaingan Semakin tinggi persaingan suatu barang karena semakin banyaknya produsen maka jumlah penawaran pun semakin banyak.
  • Harapan masa depan (e pectation) Ketika suatu barang langka di pasaran, produsen mencoba menahan barang tersebut untuk tidak ditawarkan dulu ke pasar dengan harapan harga naik terus dan produsen akan mendapatkan laba yang besar dari perbuatannya. Perbuatan ini termasuk penimbunan yang di dalam etika bisnis tidak diperkenankan karena merugikan banyak orang.

 Jika demikian mengapa harga dapat mempengaruhi penawaran ?
Harga memang dapat menentukan apakah penawan akan suatu barang atau jasa meningkat atau menurun. Hal ini dinyatakan dalam Hukum Penawaran yang berbunyi :
“Apabila harga barang atau jasa mengalami kenaikan, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan juga akan megalami kenaikan. Begitu pula sebaliknya, bila harga barang atau jasa mengalami penurunan harga, maka jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pun akan ikut menurun.”
Sebagai contoh ketika harga jeruk menurun, pedagang cenderung mengurangi jumlah barang yang mereka tawarka. Hal ini terjadi karena porsentase keuntungan dari penjulaan yang ikut menurun menyebabkan para pedagang mengurangi stok mereka walaupun permintaan meningkat. Akan tetapi ketika harga jeruk meningkat, pedagang akan menambah stok mereka karena disertai dengan porsentase keuntungan yang ikut meningkat pula. Para pedagang akan meningkatkan penawaran mereka dan berusaha agar barang mereka laku terjual agar memperoleh keuntungan yang besar.

Berikutnya tentang kurva permintaan,......

Sumber :

  • Anwar, Khoirul. Pelajaran IPS Ekonomi Bilingual. Cet. I. Bandung : Yrama Widya, 2009
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Fungsi dan Kurva Permintaan

Guys,......masih ingatkah kalian dengan pembahasan tentang konsep permintaan,.......dalam konsep permintaan kita mengenal adanya hukum permintaan, ayo masih ingat nggak? Ok penulis akan bahas sedikit tentang hukum permintaan.
Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya, jika harga naik, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta turun, dan sebaliknya jika harga turun, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain dianggap konstan. Contoh dari Hukum Permintaan adalah ketika harga telepon selular semakin lama semakin murah maka permintaan akan barang tersebut meningkat secara signifikan.

Nah udah kebuka lagi khan memorinya,.....sekarang ekonomi kelas x akan membahas mengenai fungsi dan kurva permintaan. Nah lho, apa lagi ntu, pake kurva segala kaya matematika aja,....?
Yup emang agak mirip dengan matematika,.....tapi tenang matematika bukan horor kok,......lebih jelasnya kita simak uraian berikut,....

Fungsi dalam ekonomi merupakan model persamaan yang menyatakan keadaan suatu keadaan. Jadi fungsi permintaan merupakan model ekonomi yang menjelaskan keadaan permintaan akan suatu barang atau jasa  yang berbentuk persamaan matematis. Sedangkan kurva permintaan merupakan model ekonomi yang menjelaskan keadaan permintaan akan suatu barang dan jasa dalam bentuk grafik. Secara matematis, persamaan untuk fungsi permintaan berdasarkan hukum permintaan dapat ditulis sebagai berikut :
Agar lebih mudah, coba kita perhatikan ilustrasi berikut agar kamu dapat menentukan seberapa besar perubahan permintaan apabila terjadi perubahan harga :

Suatu fungsi permintaan jika diketahui a = 4, b = 2, dan P = Rp10,00. Berapakah jumlah barang yang diminta?
Jadi apabila harga Rp10,00 jumlah barang yang diminta adalah 16. Jika digambarkan dalam grafik dengan fungsi permintaan Qd = 4 - 2P adalah sebagai berikut :
Jika kalian perhatikan kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah hal ini terjadi karena berlakunya hukum permintaan,....kalian masih ingatkan bunyi hukum permintaan? Oleh karenanya setiap harga naik maka permintaan pun akan menurun sehingga menyebabkan pergerakan kurva permintaan menurun dari kiri atas menuju kanan bawah, tentunya hal ini akan terjadi dengan asumsi semua faktor lain berada dalam keadaan konstan atau tidak berubah. Jika ada faktor yang berubah, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan.

nah apa lagi tu pergeseran kurva permintaan ?

Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan terhadap suatu barang yang disebabkan oleh perubahan faktor-faktor di luar harga barang itu sendiri. Faktor-faktor tersebut adalah pendapatan, selera, jumlah, penduduk, promosi perusahaan, dan ramalan di masa datang (faktor-faktor ini telah dijelaskan sebelumnya).

Pergeseran kurva Permintaan
Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeser kurva permintaan ke kanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan jumlah permintaan akan menggeser kurva permintaan ke kiri. Pergeseran kurva permintaan secara ilustratif dapat digambarkan sebagai berikut :

Sumber :

  • Eko, Yuli. 2009.Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional : Jakarta 
  • Mulyati, Sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni.2009. Ekonomi 1 : Untuk Seklah Menengah Atas/ MAdrasah ALiyah Kelas X. Pusat Perbukuan DEpartemen Pendidikan Nasional : Jakarta. 
  • Kementrian Pendidikan Nasional : Buku Sekolah Elektronik 

Permintaan

Permintaan/ demand


Hello guys,…kali ini ekonomi kelas x mau posting sedikit tentang konsep permintaan,…….tapi sebelumnya penulis mau tanya nich,…tau donk apa itu konsumsi? Nah sekarang pernahkah kalian berpikir sejenak,…..berapa jumlah barang yang kalian konsumsi dalam satu hari,….misalnya kebutuhan kalian untuk sekolah,…..? Berapa jumlah buku dan alat tulis yang kalian perlukan dalam satu semester untuk keperluan belajar,……? Nah itu semua terkait dengan permintaan,…..
so Apa itu permintaan ?

Permintaan adalah jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta (dibeli) pada berbagai kemungkinan tingkat harga dan dalam waktu tertentu. Permintaan tercipta apabila pembeli memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Apakah setiap individu mempunyai keinginan dan kemampuan yang sama dalam setiap membeli barang? Tentu saja tidak! Mengapa? Karena ada banyak hal yang memengaruhinya.
Klo demikian faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan ?

Setidaknya terdapat lima faktor yang menentukan permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang faktor tersebut adalah :
  1. Harga barang subtitusi dan barang komplementer
  2. Pendapatan konsumen
  3. Jumlah penduduk
  4. Selera konumen
  5. Ekspektasi (harapan konsumen)

masih belum jelas,……ok kita bahas satu-satu,…..
1. Harga barang subtitusi dan barang komplementer
Permintaan suatu barang akan dipengaruhi oleh barang yang memiliki keterkaitan seperti barang subtitusi dan barang komplementer. 
Sebelum lanjut, kalian tau apa beda antara barang subtitusi dan barang komplementer ?
Barang substitusi merupakan barang yang dapat saling menggantikan kegunaan dari barang tersebut. Contohnya yang paling sederhana adalah minyak tanah dan gas LPG. Minyak tanah dapat digunakan untuk bahan bakar dan gas LPG pun memiliki kegunaan yang sama. Namun kebanyakan konsumen hanya memilih satu alternative untuk bahan bakar apa mau minyak tanah atau gas LPG. Ketika harga minyak tanah naik maka konsumen akan beralih menggunakan gas LPG, begitu pula sebaliknya ketika harga gas LPG naik maka konsumen akan beraling menggunakan minyak tanah.
Barang komplementer merupakan barang yang kegunaannya saling melengkapi satu sama lain. Contohnya yang sederhana adalah printer dan tinta. Dibutuhkan tinta untuk mencetak dengan menggunakan mesin printer. Begitu pula sebaliknya, tinta printer digunakan pada mesin printer. Tanpa ada salah satunya maka kegunaan dari salah satu barang tidak akan maksimal.
Dari ilustrasi diatas jelas dapat kita pahami kenapa barang substitusi dan komplementer dapat mempengaruhi permintaan akan suatu barang. Ketika harga minyak tanah naik maka konsumen akan beralih menggunakan gas LPG, begitu pula sebaliknya ketika harga gas LPG naik maka konsumen akan beraling menggunakan minyak tanah. Begitupun pada barang komplementer, ketika harga mesin printer naik maka permintaan akan tinta printer pun berkurang karena orang kan beraling menggunakan alat lain yang akan mempengaruhi pada permintaan komplementer dari mesin printer tersebut.
2. Pendapatan Konsumen

Pendapatan konsumen pun akan mempengaruhi permintaan akan suatu barang atau jasa. Ketika pendapatan seseorang minangkat, maka permintaan pun diprediksi akan meningkat begitupun sebaliknya. Coba kalian ingat, ketika kalian diberi uang jajan lebih oleh ortu pasti belanja jajan kalian pun kan meninkat, namun ketika uang jajan kalian dipotong maka jajan kalian pun akan berkurang. Begitu halnya dengan konsep pendapatan.
3. Jumlah Penduduk

Pertambahan jumlah penduduk jelas menambah jumlah barang yang dikonsumsi, akan tetapi proporsinya akan sangat tergantung pada pertambahan dalam kesempatan kerja. Apabila pertambahan penduduk diiringi oleh pertambahan dalam kesempatan kerja, maka akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Meningkatnya daya beli masyarakat berarti akan meningkatkan permintaan terhadap barang atau jasa.
4. Selera Konsumen

Selera konsumen mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan masyarakat untuk membeli barang-barang atau jasa-jasa. Contohnya, pada masa-masa tertentu orang lebih suka terhadap barang konsumsi yang bersifat instan (siap saji), sehingga permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Akan tetapi pada saat yang lain orang akan meninggalkan barang konsumsi yang bersifat instan tersebut karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya untuk kesehatan sehingga permintaan terhadap barang konsumsi tersebut akan berkurang.
5. Ekspektasi (harapan konsumen)

Perubahan yang diramalkan akan terjadi di masa datang akan dapat memengaruhi permintaan. Jika para konsumen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga-harga barang di masa mendatang, maka pada saat sekarang konsumen akan melakukan pembelian yang lebih banyak terhadap barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga tersebut. Contoh, saat BBM akan naik, konsumen akan melakukan pembelian BBM lebih banyak sebelum BBM naik, bahkan mungkin ada yang menimbunnya.
Nah ntu tadi penjelasannya,…..oh ya ada dalam permintaan dikenal adanya hukum permintaan,…..
nah lho apa lagi tu hukum permintaan ?

Hukum permintaan merupakan penjelasan sifat keterkaitan antara permintaan terhadap suatu barang atau jasa terhadap harga dari barang atau jasa tersebut. Hukum permintaan berbunyi :
“Apabila harga suatu barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah, sebaliknya jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang akan berkurang”

Jadi antara harga barang dengan permintaan mempunyai sifat hubungan yang berlawanan arah (negatif). Hal ini sangat logis karena apabila harga suatu barang naik, maka pembeli akan mencari barang lain sebagai penggantinya yang harganya tidak mengalami kenaikan, atau jika pendapatan nominal konsumen tetap sementara harga barang naik, maka pendapatan konsumen tersebut akan menurun, akibatnya konsumen akan mengurangi permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya apabila harga barang turun, maka konsumen akan mengurangi pembelian terhadap barang lain dan menambah pembelian terhadap barang yang harganya mengalami penurunan tersebut.
Sumber :
  • Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas X / Oleh Mintasih Indriayu ; editor, Tri Tien  Gunawati ;  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009
  • Kementrian Pendidikan Nasional : Buku Sekolah Elektronik

Sistem Demokrasi Ekonomi

Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, dan Sistem Ekonomi Campuran adalah tiga sistem ekonomi yang secara umum dikenal di seluruh dunia. Bagaimana dengan sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia? Indonesia tidak menganut Sistem Ekonomi Komando, Sistem Ekonomi Pasar, maupun Sistem Ekonomi Campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat.

Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap war ga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.

Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut :
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Selain ter cantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 sebagai cita-cita sosial dengan ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumkan demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri positif yang selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif diuraikan dalam poin-poin berikut:
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  5. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
  6. Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  7. Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  8. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  9. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem perekonomian kita karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Sistem Free Fight Liberalism, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan  bangsa lain.
  2. Sistem Etatisme, negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Sumber :
  • Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Sistem Ekonomi

Untuk menghadapi permasalahan dalam perekonomian, setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda tergantung sistem ekonomi yang mereka anut. Sistem ekonomi merupakan cara suatu bangsa (masyarakat dan pemerintah) mengatur kehidupan ekonominya. Dengan kata lain, sistem ekonomi merupakan jaringan organisasi dan kebijakan yang ditetapkan suatu pemerintahan negara dalam mengatasi masalah ekonomi.



1.       Sistem ekonomi tradisional

Merupakan sistem ekonomi dasar dan masih menggunakan kebiasaan masyarakat yang berpola dari nilai budaya. Biasanya sistem ini dianut oleh suku-suku di pedalaman dan negara-negara terbelakang.

Ciri-cirinya, antara lain:


  • Belum adanya pembagian kerja yang jelas
  • Kurangnya peran masyarakat dalam berusaha
  • Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai kebutuhan
  • Pertukaran masih menggunakan sistem barter walaupun mata uang sudah digunakan
  • Penghasilan utama dari sektor agraris

Kelebihannya, antara lain :

  • Tidak terjadi persaingan
  • Konflik-konflik ekonomi tidak terjadi
  • Cukup aman karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target-target yang harus dicapai
  • Tidak menimbilkan tekanan jiwa (stres) pada masyarakat.

Kekurangannya antara lain :

  • Masyarakat bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bukan untuk meningkatkan kesejahteraan
  • Kegiatan ekonomi hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup semata dan bukan untuk mencari keuntungan
  •  Jarang terjadi perubahan drajat dalam masyarakat karena dianggap tabu
  • Tidak memperhitungkan efisiensi penggunaan sumber daya secara maksimal

2.       Sistem Ekonomi Komando

Pada sistem ini, seluruh kegiatan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena proses ekonomi berjalan secara komando dari pusat, dan semua keputusan berada di tangan pemerintah pusat, maka sistem ini dinamakan sistem ekonomi komando atau ekonomi terpusat. Negara penganut sistem ini biasanya disebut juga negara komunis.

Ciri-cirinya, antara lain:

  • Perencanaan ekonomi, kegiatan produksi, dan pengawasan secara terpusat (central planning)
  • Sumber ekonomi dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah
  • Perseorangan tidak memiliki apa-apa kecuali apa yang sudah dibagikan oleh pemerintah
  • Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
  • Individu tidak memiliki kebebasan dalam berusaha
  • Harga dan tingkat bung ditetapkan oleh pemerintah

Kelebihannya, antara lain:

  • Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat
  • Kebutuhan rakyat terpenuhi secara menyeluruh dan merata karena pendistribusiannya diatur pemerintah
  • Krisis ekonomi jarang terjadi karena semua masalah ekonomi diatur dan dikendalikan oleh pemerintah

Kelemahannya, antara lain:

  • Inisiatif dan kreatifitas perorangan tidak berkembang sehingga menghambat kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi
  • Hak milik perseorangan tidak diakui
  • Kebebasan pribadi sangat terbatas
  • Informasi tidak akurat karena panjangnya jalur birokrasi


3.       Sistem Ekonomi Pasar

Pada sistem ini, dibertikan kebebasan penuh pada masyarakat untuk menentukan kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Hal ini disebut laissez faire (bahasa perancisa) yang artinya biarkanlah.

Ciri-cirinya, antara lain:

  • Semua alat dan sumber produksi bebas dimiliki perseorangan, kelompok masyarakat, atau perusahaan
  • Pemerintah tidak ikut campur secara langsung terhjadap kegiatan ekonomi
  • Masyarakat dan swasta melakukan kegiatan ekonomi di semua sektor
  • Perorangan diberi kebebasan dalam pemakaian barangn dan jasa
  • Kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari laba
  • Adanya persaiangan antar pengusaha

Kelebihannya, antara lain:

  • Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan ekonomi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
  • Dengan kebebasan berusaha dan bersaiang akan mendorong setiap orang untuk mencari kemajuan.
  • Hak milik diakui dan adanya kebebasan melakuakn segala sesuatu yang dianggap baik bagi kepentingan pribadi, kreativitas mencari keuntungan menjadi tinggi.
  • persaingan dalam sistem ekonomi pasar, dapat memproduksi berbagai macam barang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga para konsumen dapat memperoleh barang dan jasa sesuai selera.

Kelemahannya, antara lain:

  • Kebebasan bersaing mengakibatkan yang kuat menindas yang lemah, terjadi jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin
  • Pemerataan pendapatan semakin sulit dicapai karena setiap individu berusaha mencari keuntungan bagi diri sendiri
  •  Adanya kebebasan produksi dapat mendorong terjadinya krisis ekonomi
  • Konsentrasi modal oleh kaum kapitalis dapat mengakibatkan terjadinya monopoli


4.       Sistem Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi campuran, sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui keberadaannya. Di samping sektor swasta terdapat pula semacam badan perencanaan negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi, agar sesuai denganm sasaran yang telah ditetapkan. Permasalahan ekonomi dipecahkan bersam-sama antara pemerintah dan swasta.

Sistem ini merupakan perpaduan antara sistem pasar dan komando. Peberapan dari sistem ini bervariasi, tergantung masing-masing negra yang memutuskan untuk lebih condong pada sostem yang mana; pasar atau komando. Sistem ini paling banyak dianut oleh negara-negara dunia saat ini.

Ciri-cirinya, antara lain:

  • Alat produksi yang vital dikuasai negara
  • Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
  • Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
  • Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum

Kelebihannya, antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi teratur dan stabil
  • Swasta terdoring untuk mencari keuntungan, karena inisiatif dan kreatifitas diakui pemerintah
  • Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena dibantu swasta
  • Pengaruh monopoli swasta dapat diperkecil

Kelemahanya adalah sulit untuk menentukan unsur yang benar sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat sehingga memerlukan ketelitian dan kejelian dalam mengambil keputusan.

Sumber :

  • Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Ketersediaan Alat Pemuas Kebutuhan

Kebutuhan manusia yang begitu beragam tentu saja tidak semua dapat terpenuhi. Manusia harus membuat prioritas kebutuhan yang akan dipenuhi terlebih dahulu dan menemukan alat pemuas alternatif. Alat pemuas kebutuhan alternatif diperlukan karena sumber daya yang ada terbatas. Keadaan itu menimbulkan ketidak seimbangan yang berujung pada kelangkaan.

Apa itu kelangkaan ?

Kelangkaan berasal dari kata “langka” yang berarti jarang, sukar didapat atau jarang ditemukan karena sedikit. Dengan demikian kelangkaan dapat diartikan sebagai keadaan yang menunjukan sukar didapatnya sesuatu hal karena jumlahnya yang terbatas.

Kelangkaan sumber daya mengakibatkan barang dan jasa yang dihasilkan dari pengolahan sumber daya tersebut juga bersifat langka atau terbatas. Kelangkaan inilah yang mengharuskan manusia mengeluarkan pengorbanan untuk mendapatkan barang dan jasa. Oleh karena itulah, hampir semua brang dan jasa yang kita butuhkan harus kita beli dengan uang.

Kemampuan finansial seseorang yang minim juga merupakan salah satu bentuk kelangkaan yang menyebabkan seseorang tidak mampu memenuhi semua kebutuhannya. Kelangkaan akan lapangan kerja menyebabkan tidak semua pencari kerja yang membutuhkan mendapatkannya. Dan banyak lagi kelangkaan yang ada saat ini.

Kelangkaan disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Keterbatasan Benda yang tersedia di alam
  • Kerusakan Sumber Daya Alam akibat ulah manusia
  • Bencana alam
  • Meningkatnya jumlah manusia dan kebutuhannya yang melebihi kecepatan penyediaan barang dan jasa.


Sumber :
Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Alat Pemuas Kebutuhan

Bentuk alat pemuas kebutuhan itu ada dua macam, yaitu barang dan jasa.
I.     Barang 
Barang yang sering kita gunakanuntuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita diantaranya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Berwujud
  2. Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan saat digunakan
  3. Bila digunakan, nilai, manfaat dan bendanya sendiri dapat berkurang atau bahkan habis

Macam barang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 

1. Menurut cara memperolehnya, barang dapat dikelompokan menjadi:

  • Barang bebas, yakni barang yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan. Misal, cahaya matahari dan udara.
  • Barang ekonomi, yakni barang yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Misal, makanan dan minuman yang mana diperlukan uang untuk membelinya. 


2. Menurut kegunannya, barang dikelompokan menjadi: 

  • Barang produksi, yakni barang yang digunakan untuk proses produksi lebih lanjut. Misal, kain yang akan digunakan untuk dijahit menjadi pakaian.
  • Barang konsumsi, yakni barang yang dapat langsung digunakan dan dikonsumsioleh seseorang. Misal, Pakaian yang bisa langsung digunakan.


3. Menurut proses pembuatannya, barang dikelompokan menjadi:

  • Barang mentah, yakni barang yangb belum mengalami proses produksi. Misal, kapas, kayu, rotan, padi, tembakau, kulit.
  • Barang setengah jadi, yakni barang yang sudah melalui proses produksi akan tetapi belum siap pakai. Misal, benang yang dibuat dari kapas untuk dibuat menjadi kain.
  • Barang jadi,  yakni barang yang sudah melalui proses produksi dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan. Misal, sepatu, pakaian, roti dan sebagainya.


4. Menurut hubungannyam barang dibagi menjadi:

  • Barang Substitusi, yakni barang yang dapat mengganti fungsi barang yang lain. Contohnya: lampu neon yang dapat menggantikan fungsi dari lampu pijar sebagai penerangan.
  • Barang komplementer, yakni barang yang dapat melengkapi fungsi dari barang lainnya. Contohnya: Bensin yang dapat melengkapi mobil sebagai alat transportasi, tanpa bensin mobil tidak bisa dijalankan.


II.    Jasa 
Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang berupa pelayanan, misalnya kita naik angkutan umum, kita memotong rambut di salon dan lain sebagainya. ciri-ciri jasa antara lain :

  1. Tidak berwujud dan tidak dapat diraba
  2.  Dapat dirasakan
  3.   Bila digunakan tidak habis


Sumber :

  • Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Kebutuhan Manusia

Kebutuhan merupakan keinginan akan barang dan jasa untuk dipenuhi dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh: peralatan sekolah yang merupakan kebutuhan bagi seorang pelajar. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan seorang pelajar akan terganggu dalam proses belajarnya. Kebutuhan manusia tidak terbatas. Hal ini memang sudah menjadi kodrat, bahkan manusia tidak pernah meras puas, setiap kebutuhan yang satu terpenuhi akan muncul kebutuhan lainnya untuk segera dipenuhi. Jenis-jenis kebutuhan Kebutuhan secara umum dapat digolongkan menurut intensitasnya/ tingkat kepentingannya, sifatnya, waktu pemenuhannya, dan subjeknya. 
a. Kebutuhan menurut intensitasnya (tingkat kepentingannya) Menurut intensitasnya, kebutuhan dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Kebutuhan primer, merupakan kebutuhan utama manusia dalam mempertahankan hidupnya. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan makanan, air minum, pakaian, dan tempat tinggal. Kebutuhan ini sering disebut sebagai kebutuhan alamiah manusia kan sandang, pangan, dan papan.
  • Kebutuhan sekunder, merupakan kebutuhan yang sifatnya melengkapi dan mempermudah manusia. Kebutuhan sekunder harus terpenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Setelah manusia bias makan, minum, dan bertempat tinggal, ia akan berusaha bagaimana memiliki alat-alat rumah tangga seperti televisi, jam, sepeda motor dan lain sebagainya agar hidupnya lebih mudah dan nikmat.
  • Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan yang bersifat kepuasan semata, contoh kebutuhan akan barang-barang mewah, seperti mobil, perhiasan mahal, adan barang-barang mewah lainnya. Kebutuhan tersier ini dipenuhi dalam rangka meningkatnya prestise (status seseorang).

b. Kebutuhan menurut sifatnya Menurut sifatnya, kebutuhan digolongkan menjadi dua , yaitu:

  • Kebutuhan jasmani, adalah kebutuhan dari raga/ badan kita, seperti kebutuhan makan, minum, pakaian, dan sebagainya.
  • Kebutuhan rohani, adalah kebutuhan dari jiwa kita, seperti hiburan, ibadah, ketenangan, dan lain sebagainya.


c. Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Kebutuhan masa sekarang, adalah kebutuhan yang haruss segera dipenuhi, seperti obat untuk orang yang sakit, istirahat dibutuhkan saat kita lelah, dan sebagainya.
  • Kebutuhan yang akan datang, merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda. Seperti kebutuhan akan barang-barang yang tidak harus segera dipenuhi.

d. Kebutuhan menurut subjeknnya Menurut subjeknya kebutuhan dibagi atas:

  • Kebutuhan pribadi, adalah kebutuhan pribadi masing-masing orang, seperti; pakaian, makanan, dan barang-barang pribadi lainnnya.
  • Kebutuhan umum, adalah kebutuhan akan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh banyak orang, seperti; jalan, tempat ibadah, sekolah, dan sebagainya.


*) Kebutuhan-kebutuhan tersebut berbeda antara orang-orang yang satu dengan yang lain, tergantung pada situasi dan kondisi yang satu dengan yang lainnya. Mobil dapat berubah menjadi kebutuhan sekunder bagi orang-orang diperkotaan. Computer dapat menjadi kebutuhan sekarang pada saat anak-anak kuliah di jurusan informatika

Sumber :
  • Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

Nilai Guna Barang

Pada hakikatnya manusia memerlukan barang dan jasa karena barang dan jasa itu memberikan kepuasan, manfaat, dan guna (utility) baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai guna merupakan suatu kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dengan mengkonsumsi barang-barang, Apabila nilai kepuasan itu tinggi maka tinggi pulalah nilai guna barang tersebut.

Nilai guna barang dapat dibedakan menjadi dua, yakni nilai pakai dan nilai tukar.
1.       Nilai Pakai (Value in Use)
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai subjektif dan nilai pakai objektif.
·         Nilai Pakai Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Misalnya kacamata resep dokter, lukisan dan intan utiara.
·         Nilai Pakai Objektif, merupakan kemapuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan pada umumnya. Misalnya beras, pakaian, dan perumahan.

2.       Nilai Tukar (value in exchange)
Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lainnya. NIlai tukar dibedakan menjadi dua, yaitu nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.
·         Nilai Tukar Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan penilaian seseorang bahwa benda tersebut dapat ditukarkan dengan benda lain. Misalnya nelayan yang mempuntai perahu.
·         Nilai Tukar Objektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan benda tersebut dapat ditukar dengan benda lain. Misalnya emas dan uang.

Biaya Peluang atau Biaya Ekonomi (Opportunity Cost)

Biaya peluang atau biaya ekonomi adalah suatu ukuran dari biaya ekonomi yang harus dikeluarkan dalam rangka memproduksi suatu barang atau jasa tertentu dalam kaitannya dengan alternatif lain yang harus dikorbankan. Misalnya jika kita memilih menggunakan uang kita untuk membeli makanan, maka kita kehilangan biaya peluang untuk membeli pakaian dari uang tadi. Singkatnya, biaya peluang merupakan biaya yang dikorbankan untk memperoleh sesuatu yang lain.
Menghitung Biaya Peluang
Berikut ini akan diuraikan cara menghitung biaya peluang. Agar lebihjelas perhatikan contoh berikut:
Setelah lulus SMA, Farida mendapat 2 tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai pelayan toko di dekat rumah dengan gaji Rp400.000,- per bulan. Tawaran kedua sebagai pramusaji di sebuah rumah makan di kotanya dengan gaji Rp900.000,- per bulan.
Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin dekat keluarga, akhirnya Farida memutuskan bekerja sebagai pelayan toko. Keputusan Farida memilih bekerja sebagai pelayan toko telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang sebenarnya bisa memberikan pendapatan Rp900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung Farida dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar Rp900.000,- per bulan.

Sumber :
  • Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
  • Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.


WELLSHARED © 2008. Good Template Sponsored by: Tutorial87 Commentcute Blogger Templates
WELLSHARED © 2012. By: http://armanadhi.blogspot.com